Tuesday, August 25, 2020

口蜜腹剑 (kǒu mì fù jiàn) - Madu di Mulut, Pisau di Hati

 


口蜜腹剑 
(kǒu mì fù jiàn)
Madu di Mulut, Pisau di Hati

Li Linfu, adalah perdana menteri pada masa Pemerintahan Kaisar Xuan di Dinasti Tang (618-907), sangat baik kepada orang-orang di depan umum, tetapi diam-diam suka mencelakakan orang lain.

Dia selalu berusaha untuk bergaul dengan mereka yang berkuasa, dan juga dia selalu menyingkirkan mereka yang lebih cerdas atau lebih kuat darinya, atau mengirim mereka ke tempat-tempat terpencil.

Dia juga menyogok orang-orang yang dekat dengan kaisar sehingga mereka akan memberitahunya apa saja yang dikatakan kaisar. Dengan cara ini, dia bisa tahu siapa yang disukai kaisar, dan dia akan memfitnah orang yang disukai kaisar tersebut.

Dia pernah mendengar bahwa kaisar sangat menyukai Lu Xuan, seorang asisten menteri perang, jadi dia menugaskan Lu Xuan untuk menjadi hakim di Huazhou. Namun, Li Linfu kemudian berkata bahwa kesehatan Lu Xuan buruk dan tidak dapat mengatur urusan pemerintahan, gara-gara fitnah tersebut, kaisar menurunkan pangkat Lu. Di lain waktu, ketika kaisar ingin mengangkat Yan Tingzhi ke posisi yang lebih tinggi, Li Linfu berkata kepada kaisar, “Orang ini, tua dan lemah, sering sakit-sakitan. Meskipun dia kompeten, tapi saya khawatir dia tidak dapat bekerja dengan baik" Li Linfu  benar-benar telah berhasil menipunya dan kaisar sama sekali tidak tahu bahwa perdana menterinya itu mempermainkannya.

Terlepas dari niat buruknya, Li Linfu sangat baik kepada orang lain, dengan wajah dan gaya bicaranya yang manis akan membuat orang lain mengira dia adalah orang yang baik. Namun, hatinya sangat kejam seperti belati yang bisa membunuh orang lain. Oleh karena itu, orang-orang yang mengenalnya dengan baik akan berkata, "Linfu memiliki madu di mulut tapi pisau di hati." Semua orang sangat membencinya. 

*pepatah ini digunakan untuk menggambarkan orang-orang memiliki mulut yang manis, tetapi hati yang kejam.


No comments:

Post a Comment