Saturday, August 28, 2021

Cerita Kocak : Pergi Bawa Motor, Pulang Jalan Kaki

 Jadi tadi siang, waktu cari makan siang, aku yang agak malas jalan kaki tiba2 pengen ke restoran "ayam bakar" yang ada di depan rumah dengan naik motor. sok banget yah, padahal cuman jarak beberapa meter doank, hahahah. Nah singkat cerita udah sampe nih di restoran itu, setelah pesan makanannya ya aku duduk santai donk menunggu sambil nonton "penthouse episode 12" saking asiknya sampe ga sadar mas2 waiter nya udh blg "ini makanan nya kak" sambil nyerahin orderan ku.

aku pun akhirnya pulang ke rumah dgn berjalan kaki sambil liatin hp nonton penthouse

hingga akhirnya saat aku lagi senam malam (senam nya malem biar kurus wkwkkw) lagi capek2nya tiba2 orang rumah pada panik, koq motor ku ga ada, sdgkn yang punya nya, aku sendiri ga kemana2. aku pun langsung panik sambil gemeteran keringat dingin, lalu "tiiiiiing" tiba2 aku teringat klo tadi siang aku ke restoran naik motor pulang jalan kaki. aku pun langsung berlari dengan muka yang pucat seperti mayat menuju ke arah restoran depan rumah itu, dan Thank God, motor nya ga ada yang nyuri, masih dengan tampan nongkrong disitu. aku pun langsung memeluknya sambil nangis  menyalakan motor itu dan pulang cepet2 karena malu sama orang2 restoran wkwkkwkw dan satpam langsung notice aku donk katanya "ada apa?" aku jawab aja sejujurnya dan dia ketawa terbahak-bahak seolah2 aku adalah sule. 

Sampai dirumah aku pun diceramahin, katanya banyak nyebut, jgn banyak ngelamun, ntar cepat pikun blablabla , dalem hati "ini semua gara2 penthouse, arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"

Sunday, January 10, 2021

Pengalaman Menggunakan Pasir Kit Cat Soya Clump aroma Confetti

 Hallo,

Sebagai pecinta kucing, aku pasti nyediain pasir kucing dirumah, buat apa sih? tentu saja buat si kucing2 ku ini pup, jadi pasir kucing itu istilah umum nya tuh 'toilet' nya mereka. klo engga begitu, mereka bakal iseng pup ditembok, disofa, dan lebih parah lagi dikasur.

nah karena yang aku rasakan menggunakan pasir biasa/pasir wangi itu aroma pup nya masih kecium (yang membuat pagi ku jadi bad mood, karena pas serokin pup nya kecium banget aromanya) jadi aku mencoba untuk menggunakan Pasir Kit Cat Soya Clump, berikut penampakannya :


Bahan dasar pasir ini adalah tofu/keledai/tahu.


Mirip ceres ya, hahaha. aku kan pilih yang aroma Confetti (aroma potongan kertas warna warni?) berhubung aku ga pernah ciumin aroma confetti aku bener-bener kayak pas nyium pasir ini tuh jd "oh gini toh aroma confetti" gak bisa aku ungkapin sih gimana aromanya wkwkw ga ada yang mirip.
well, awalnya sih pas aku mulai pakai pasir soya ini, mpus2 ku kayak bingung gitu, malah yang satu mau makan tu pasir wkwkw tapi ternyata besoknya pas aku cek, surprisingly sih mereka udah mau pup sama pee disitu 




Dan yang mengejutkan adalah, aroma bau pup sama pee nya benar-benar hilang, jadi netral, keren bangetttttttt, dan aku pun buang pup nya sambil bersenandung karena bener2 happy bgt, bentuk nya juga ga bikin jijay2 amat wkwkkw bisa langsung dibuang ke closet lagi, hemat plastik, hemat waktu, pokoknya Overall puassssss deh.


Selamat mencoba

Monday, September 7, 2020

人算不如天算 (Rén suàn bùrú tiān suàn) - Perhitungan manusia tidak sebanding dengan perhitungan Tuhan

 


人算不如天算 
(Rén suàn bùrú tiān suàn)
Perhitungan manusia tidak sebanding dengan perhitungan Tuhan

Suatu hari di Zaman Tiga Kerajaan, Zhuge Liang sebagai penasihat Bangsa Shu merencanakan penyerangan kepada Bangsa Wei, Prajurit Shu telah berhasil membuat Prajurit Wei terjebak di antara jurang dan api. Zhuge Liang telah memperhitungkan rencana itu dengan sangat baik. Namun tiba-tiba, arah angin berubah dan menghembuskan api ke arah lain. Sehingga, Prajurit Wei bisa lolos dari serangan Prajurit Shu. Saat itu terjadi, Zhuge Liang berkata aku telah merencanakannya dengan sangat baik tetapi Tuhan ternyata mempunyai rencana lain”

Jadi, makna dari idiom ini adalah manusia hanya bisa berencana dan berusaha dengan maksimal, tetapi pada akhirnya Tuhan juga lah yang menentukan berhasil atau tidaknya. Meski begitu, bagaimanapun hasilnya, Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita, walaupun terkadang sulit dipahami diawal, tetapi percayalah semua akan indah pada waktuNya.


Sunday, August 30, 2020

投笔从戎 (tóu bǐ cóng róng) - Meletakan pena, Mengambil pedang

 


投笔从戎
tóu bǐ cóng róng
Meletakan pena, Mengambil pedang

Ada seseorang bernama Ban Chao di Dinasti Han Timur (25-220).

Sebagai seorang sarjana, Ban Chao ingin menjadi orang yang berpengetahuan. Karena keluarganya miskin di Kota Xianyang, Provinsi Shaanxi, dia kemudian pindah ke Kota Luoyang di Provinsi Henan untuk mencari nafkah.

Karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, Ban Chao pergi ke organisasi pemerintah dan menyalin dokumen untuk mendapatkan uang. Dia menggunakan gajinya untuk memberi makan dirinya dan ibunya yang sudah tua, kehidupannya sangat sulit.

Suatu hari, dia merasa pekerjaan menyalin dokumen sangat membosankan, ia merasa tidak ingin lagi menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja. Dia berkata, “Orang hebat harus belajar dari Fu Jiezi dan meniru Zhang Qian, mereka mendapat pahala di tempat terpencil untuk memenangkan gelar bangsawan.”

Lalu ia membuang kuas tulisnya, dan bergabung dengan tentara. Kemudian, dia akhirnya menjadi seorang jenderal yang diperintahkan untuk mempertahankan Wilayah Barat selama 31 tahun, ia bahkan mengalahkan pemberontakan yang dilakukan oleh bangsawan Hun beberapa kali, dan menjadi seorang jenderal terkenal di Dinasti Han Timur.

Cerita ini berasal dari Kronik Akhir Dinasti Han: Biografi Ban Chao. Pepatah ini mengibaratkan para sarjana yang berhenti belajar akademis untuk bergabung dengan tentara.


水落石出 (shuǐ luò shí chū) - Air Surut, Batu Muncul

 


水落石出 

(shuǐ luò shí chū)

Air Surut, Batu Muncul


Dahulu kala, ada seorang wanita yang juga seorang istri yang sangat baik hati, yang selalu dengan sukarela membantu mereka yang membutuhkan. Namun, suaminya selalu curiga istrinya melakukan hal-hal buruk.

Suatu hari dua bocah laki-laki kakak-beradik, yang kehilangan orang tuanya, datang ke keluarga ini dari tempat yang sangat jauh. Iba melihat mereka, wanita tersebut mengizinkan mereka tinggal di rumah.

Musim dingin tiba, dan angin dingin bertiup. Suatu hari, salju turun dengan lebatnya. Pada hari yang begitu dingin, dua kakak beradik itu sangat kedinginan hingga gemetaran karena pakaian mereka sudah rusak dan banyak yang bolong. Melihat mereka kedinginan, wanita itu  merasa kasihan lalu meminta mereka untuk masuk ke kamar untuk mengganti pakaian mereka sehingga dia memperbaiki pakaiannya sehingga mereka bisa tetap hangat.

Saat itu kebetulan suaminya pulang ke rumah dan langsung marah karena melihat dua laki-laki tidak memakai pakaian, dia merasa kecurigaannya selama ini benar. Suami nya itu langsung membanting pintu dan pergi.

Setelah sang suami kembali ke rumah, sang istri mengatakan kepadanya, “aku hanya ingin membantu mereka, tidak ada maksud lain. kamu tidak perlu meragukan ini atau itu. Pada akhirnya kamu akan tau kebenarannya, seperti batu yang akan muncul secara alami setelah air surut”

Cerita ini berasal dari Puisi Kuno: Yange Xing. Pepatah ini memiliki arti bahwa kebenaran akan muncul saat waktunya tiba.


熟能生巧 (shú néng sheng qiǎo) - Latihan Membuat Sempurna

 


熟能生巧 
(shú néng sheng qiǎo)
Latihan Membuat Sempurna

Ada seorang pemanah hebat bernama Chen Yaozi di Dinasti Song Utara (960-1127).

Suatu hari, dia berlatih memanah di rumah nya dan berhasil menancapkan 9 dari 10 anak panah pada target. Para penonton bertepuk tangan dan berseru, "Pemanah yang hebat!" Chen Yaozi pun merasa sangat senang dan bangga dengan dirinya sendiri. Namun, seorang pedagang tua yang menjual minyak nabati hanya tersenyum dan memberikan respon yang biasa-biasa saja.

Lantas Chen Yaozi sangat marah, lalu bertanya “Apakah Anda juga seorang pemanah? Bagaimana pendapat Anda mengenai cara saya memanah? ” Pedagang itu menjawab dengan jujur, “Saya tidak tahu soal memanah. Tapi Anda melakukannya dengan baik. Namun, tidak ada rahasia apapun dalam memanah. Latihanlah yang membuatnya sempurna.” Chen Yaozi menjadi sangat marah, “Apa keahlianmu sehingga berani nya kau meremahkan keahlian memanah ku? ”

Lalu si pedagang itu mengambil tempat minyak, ditempatkan di tanah, lalu menaruh koin tembaga dengan lubang persegi di atas tempat minyak tersebut. Setelah itu dia menuangkan minyak dari sendok kayu ke dalam tempat tersebut tanpa menumpahkan setetes minyakpun pada koin itu. Orang-orang yang menyaksikan pedagang tersebut langsung bertepuk tangan dan bersorak-sorai, namun si pedagang tersebut berkata “Tidak ada yang spesial dari yang kulakukan ini, aku hanya telah terbiasa melakukannya”

Chen Yaozi pun menjadi merasa sangat malu. Sejak saat itu, dia tidak pernah sombong lagi dengan keahlian memanahnya.

Cerita ini berasal dari Catatan Kehidupan Desa yang ditulis oleh Ouyang Xiu. Pepatah ini kemudian sering digunakan sebagai pengingat bahwa dengan latihan, seseorang dapat menjadi ahli.


破釜沉舟 (pò fǔ chén zhōu) - Memecahkan Panci, Menenggelamkan Perahu

 


破釜沉舟 
(pò fǔ chén zhōu)
Memecahkan Panci, Menenggelamkan Perahu

Hu Hai adalah kaisar kedua dari Dinasti Qin (221 SM-206 SM). Dia mengirim Jenderal Senior Zhang Han untuk mengalahkan pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Chen Sheng dan Wu Guang, lalu kemudian menyerang Negara Bagian Zhao setelah menyeberangi Sungai Kuning.

Raja Negara Zhao tidak bisa melawan tentara Qin lalu meminta dukungan dari Negara Chu. Raja Negara Chu setuju, dan menunjuk Song Yi sebagai jenderal dan Xiang Yu sebagai asisten untuk menyelamatkan Negara Zhao. Ketika tentara Chu tiba di Anyang, Song Yi malah menahan prajuritnya selama 46 hari berturut-turut. Saat itu musim dingin yang parah dengan angin dingin dan salju tebal. Para prajurit kedinginan dan lapar, tetapi Song Yi hanya mempedulikan dirinya sendiri, padahal pasukannya sedang mederita.

Xiang Yu, yang tidak tahan melihat kelakuan Song Yi, kemudian membunuhnya. Setelah mengambil alih prajurit, dia segera mengirim 20.000 prajurit untuk menyeberangi Sungai Zhanghe untuk menyelamatkan Negara Zhao. Namun, prajurit tersebut tidak berhasil mendapatkan kemenangan besar, jadi Xiang Yu turun langsung untuk memimpin pasukan saat menyeberangi Sungai Zhanghe.

Saat tiba di darat, Xiang Yu memerintahkan prajuritnya untuk menenggelamkan semua perahu, memecahkan semua panci ​​dan membawa persediaan makanan kering hanya untuk tiga hari, dia memberi tahu para prajurit bahwa sudah tidak bisa mundur, maka jalan satu-satu nya agar bisa kembali adalah memenangkan pertempuran.

Melihat perahu-perahu itu telah tenggelam, panci-pancinya telah pecah, dan tidak ada lagi yang tersisa, semua prajurit bersiap untuk bertempur tanpa mempedulikan nyawa mereka.

Saat bertemu dengan tentara Qin, tentara Chu segera menyerang tentara Qin dengan berteriak keras-keras menunjukan betapa mereka sangat siap untuk bertempur. Meskipun pasukan Qin telah memenangkan banyak pertempuran, mereka belum pernah melihat pasukan yang begitu tak kenal takut dan membua mereka ketakutan hingga mereka berbalik dan melarikan diri. Tentara Chu bertempur dengan sangat berani dan akhirnya secara total mengalahkan tentara Qin.

Kisah ini, yang berasal dari Catatan Sejarah: Biografi Xiang Yu, idiom ini kemudian sering digunakan unuk memperingatkan kita agar pantang menyerah, dan terus bulatkan tekad serta mengerahkan seluruh tenaga untuk mencapai impian.