Sunday, April 9, 2017

Cara saya menenangkan diri dan pikiran

Setiap orang, pasti memiliki cara tersendiri untuk menenangkan diri dan pikiran mereka disaat merasa putus asa, galau, cemas, dan stress.

Ada yang mendengarkan lagu galau, mungkin supaya makin ngena kesedihannya. Ada pula yang lari ke rokok, mabuk, karaoke, sex, dan lain-lain.
Tidak ada yang salah, toh setiap manusia punya hak untuk melakukan mereka yang inginkan.

Saya pribadi, punya cara tersendiri dalam menenangkan diri saya, yaitu dengan melihat semua yang saya miliki, seraya berkata, misalnya :

- ketika melihat uang saya tinggal 200.000 perak, saya berusaha untuk menanamkan pikiran bahwa saya sangat beruntung, super beruntung, karena banyak diluar sana org yg tidak memiliki uang 200rb ini, atau bahkan mungkin banyak sekali orang yg tidak memiliki uang sepeser pun. Betapa beruntungnya diriku ini..

- smartphone yang saya miliki skrg untuk menulis blog ini mungkin bkn tipe smartphone yang high class seperti yg teman2 saya punya, tp diluar sana banyak jutaan org yg mungkin ingin memiliki smartphone ini, bnyk yg masih pake hp yg batre nya menggelembung atau layar nya pecah, tp tetap dipakai karena tdk sanggup beli lagi. Dan betapa beruntungnya aku

- aku memiliki anggota tubuh yang lengkap, mata yang sehat, hidung mulut telinga yg sehat, wajah yang sempurna, dan sehat. Tak sedikit diluar sana org yang tidak memiliki salaah satu panca indera. Betapa beruntungnya diriku.

- aku memiliki orang tua yang sangat menyayangiku, yang selalu mendoakanku, aku sangat bahagia memiliki mereka. Diluar sana banyak anak2 yg tidak memiliki orang tua. Dan aku sangat beruntung.

- aku memiliki teman-teman yang sangat peduli kepadaku, walaupun tak banyak, aku sangat merasa diberkati bisa dekat dgn mereka, karena diluar sana masih banyak orang yg dijauhi teman-temannya dan bahkan tidak memiliki teman satupun. Dan aku sangat beruntung

Iya, terlalu banyak hal untuk disyukuri, tapi terkadang kita sebagai manusia (yah namanya juga manusia) kita sering lupa akan hal-hal itu dan berfokus pada masalah yang sangat tidak menyenangkan dan membuat kita stress, depresi, sakit dan mati.

Iya, kita bukan mahluk sempurna. Semoga Tuhan selalu membuat kita terus bersyukur, karena hanya dengan izin-Nya kita bisa bersyukur dan bahagia... :')

Gunung batu, Bogor, 10 April 2017

Diman, 24 Tahun

No comments:

Post a Comment