Friday, July 22, 2016

Pengalaman Sidang di BSI Kramat 168 (2016)

20 Juli kemarin, tiba waktunya saya sidang. saya sudah sangat menanti-nanti hari ini, karena hati dan perasaan saya sangat galau sekali kalo belum sidang, makan tidak nafsu, tidurpun tidak nyenyak :( wkakaka ini serius loh... soalnya sidang ini kan menentukan belajar kita selama 3 tahun, antara lulus atau tidak lulus, antara dapat gelar amd, atau gelar M.Ab (mahasiswa abadi), mungkin itu lah yg membuat saya sgt nervous menghadapi sidang ini.

Okay singkat cerita, sampai juga di tanggal 20, setelah mempersiapkan semua persyaratan yg harus dibawa (surat pernyataan wisuda, kartu ujian, buku TA 3 rangkap) tidak lupa juga memakai kemeja putih, dasi warna gelap, almamater dan sepatu pentofel warna hitam. kala itu saya sidang bareng Septian, kita janjian di stasiun Bogor, dan senang sekali teman saya Komar ikut menemani sidang kali ini. jadi sekitar pukul 9 kita sudah sampai di Stasiun Bogor, setelah beli tiket jurusan Cikini kita menunggu kereta di Jalur 3, karena kita sidang tidak di BSI Bogor melainkan di BSI Kramat 168, jadi kita naik kereta jurusan Cikini, setelah itu naik Grab Car menuju BSI Kramat. Ketika kita sampai disana, kita sudah melihat banyak mahasiswa yang sedang duduk lesehan di lantai menunggu sidang di ruang Admin. kita juga gabung disitu dan bercakap-cakap dengan maahsiswa lain yang datang dari BSI Fatmawati dll.

Waktu itu baru pukul 11, tapi saya sudah tidak tenang hahaha lihat buku TA sudah tidak sanggup, karena malam2 sebelumnya saya sudah berulang2 mempelajarinya... jadi kayak overload gitu otak ku ... #weitsehh

dan sekitar pukul 14.00 tiba waktunya buat registrasi, lalu kita menyerahkan surat pernyataan wisuda, kartu ujian, dan surat2 yg ditandatangani oleh pembimbing seperti lembar konsultasi dan lembar pengesahan (untuk dipertahankan) yang asli, dan juga surat riset yg asli. setelah itu menandatangani daftar hadir. lalu naik ke lantai 3 (karena saya sidang diruang 306). dilantai 3 kita difoto untuk ijazah, disana sudah disediakan jas hitam dan juga cermin serta sisir supaya kita bisa nyisir dulu biar tidak dekil2 amat. soalnya ini foto buat ijazah, bakal dibawa terus sampe kapanpun, jadi jangan sampe muka kita dekil wkwkw

Lalu ketika menunggu dipanggil sidang, temen saya yang dari BSI fatmawati turun dari lantai 4, dia baru selesai sidang, tp mukanya lemas sekali, waktu ditanya dia bilang saat sidang, programnya banyak yang debug, dan pengujinya bilang bahwa dia harus mengulang september depan, dia kecewa sekali, saya pun coba menenangkan "mungkin penguji nakut2in aja, km pasti lulus kok" kata saya dengan muka tenang. padahal dalem hati saya ikutan panik juga, takut bgt nasib sama kayak dia.

Pukul 15:00 pun tiba, saya disuruh masuk ke ruang 306, disana sudah ada Bapak dan ibu Penguji . setelah mengucapkan selamat sore, saya pun masuk dan mulai mempresentasikan tugas akhir saya. Ternyata presentasinya langsung dicolokkin ke laptop saya, bukan lewat komputer BSI/CD... Nah singkat cerita setelah presentasi mulailah para penguji memberikan pertanyaan, karena saya mengambil TA Zahir Accounting, penguji pertama meminta saya menjalankan aplikasi Zahir, dan disitu Penguji ingin melihat sejauh mana kemampuan saya dalam memakai aplikasi tersebut, alhmadulillah tidak ada problem... tiba giliran Penguji 2 yang memberikan pertanyaan ... beliau memberikan pertanyaan yang berkaitan mengenai teori2 akuntansi, syukur alhamdulillah, hampir semua pertanyaan bisa saya jawab ...(dalam hati "tidak sia2 saya belajar setiap hari sampai larut malam") .
akhirnya sidang pun selesai, setelah bersalaman dan mengucapkan terimakasih kepada Ibu dan Bapak Penguji, saya pun keluar ruangan dengan muka yang happy, rasanya plong sekali gitu akhirnya selesai juga... Komar dan Septian sudah menunggu di bawah, Septian sudah selesai duluan karena dia sidang komprehensif, jadi hanya 45 menit. Lalu saya lihat sekarang wajah Komar yang pucat, karena dia belum sidang, dia sidang tanggal 25 Juli depan, dia mulai risau, gelisah dan galau. huftt sabar Mar..

Begitulah cerita sidang Tugas Akhir saya, buat yang mau sidang , point pertama yang menurut saya sangat penting adalah : "Pelajari tugas akhir mu dengan baik, klo bisa dihafal semua materinya, karena apa, dosen penguji tidak menanyakan hal yang aneh2 melainkan apa yang kamu tulis di TA mu"

- Sekian -

Diman, 24 Tahun



Bonus :

foto sesudah sidang



Monday, June 27, 2016

Persyaratan membuat SKB (PP 46 Tahun 2013) updated 27 Juni 2016

Okay... jadi hari ini , Senin 27 Juni 2016 saya mau membuat SKB untuk perusahaan saya, kebetulan KPP nya yang di Ciawi Bogor, berikut adalah persyaratannya :
1. Surat permohonan SKB (form baku) , formnya sudah disediakan dikantor pajaknya
2. Surat pernyataan WP yang memiliki peredaran bruto tertentu (form baku), formnya juga sudah disediakan
3. Fotokopi SPT Tahunan PPh Tahun Pajak Terakhir
4. Fotokopi tanda terima pelaporan SPT Tahunan PPh
5. Fotokopi dokumen-dokumen pendukung transaksi seperti : SPK, SKPL atau dokumen sejenis lainnya
6. Fotokopi SSP atas pembayaran PPh Final PP 46 (1%)

ternyata persyaratannya sangat mudah ya... ^^

Tuesday, February 23, 2016

[ LIRIK TERJEMAHAN ] Oh Hyuk - A Little Girl ( Seorang Gadis Kecil )

nae gyeoteman...          [ hanya disisiku ]
meomulleoyo..              [ tinggal bersamaku ]
tteonamyeon ...             [ jika kau meninggalkanku ]
andweyo ...                 [ tidak boleh ]

geurium  dugo               [ Meninggalkan kerinduan ]                         
meonameon gil             [ di jalan panjang ]
geudae mujigaereul chajaol-sun opso-yo  [ kamu bahkan tidak akan bisa menemukan pelangi ]

Noeul-jin                      [ Cahaya Matahari Terbenam ]
Chang-ga e                  [ di jendela ]
Anja ...                        [ duduk ]

Meolli                          [ jauh ]
Tteokaneun                 [ pergi meninggalkan ]
Gureumeul                  [ awan ]
Bomyeon                    [ ketika terlihat ]

chatgeo shippeun        [ ingin mencari ]
Yess Saenggakdeul    [ pikiran-pikiran lama ]
haneul-e keullyeoyeo  [ melukis langit ]

eum ...
bulleo-oneun               [ tiupan ]
chagaun                     [ dingin ]
baram-soge                 [ dalam angin ]
geudae                      [ kamu ]
werowo                      [ kesepian ]
uljiman                      [ hanya menangis ]

ha hangsang             [ aku selalu ]
geudae gyote meomulgesseoyeo [ tinggal disisi-mu ]
tteonaji anayo ...       [ jangan pergi meninggalkanku ]



[ LIRIK ] Calvin Jeremy - Tak Berdua

Kau jadi kebanggaanku
Namamu menjadi bagian hidupku
Hingga angan membawa kita terpisah
Hingga kini kenyataan menyadarkan

Kita berbeda, langkah kita tak lagi sama
Namun jangan pernah kau menyerah percayalah
Ku bahagia kini meski tak lagi kamu disini
Dan janganlah pernah kau menyerah
Kau hebat meski kita tak berdua

Ku merajut mimpi bersamamu
dengan sgala asa kita mampu tegar
Hingga angan membawa kita terpisah
Hingga kini kenyataan menyadarkan

Kita berbeda, langkah kita tak lagi sama
Namun jangan pernah kau menyerah percayalah
Ku bahagia kini meski tak lagi kamu disini
Dan janganlah pernah kau menyerah
Kau hebat meski kita tak berdua

Kita berbeda, langkah kita tak lagi sama
Namun jangan pernah kau menyerah percayalah
Ku bahagia kini meski tak lagi kamu disini
Dan janganlah pernah kau menyerah
Kau hebat meski kita tak berdua

Sunday, February 21, 2016

Lirik Terjemahan Masayoshi Yamazaki - One More Time One More Chance



Kore ijou nani wo ushinaeba kokoro wa yurusareru no 
(Berapa banyak lagi harus kurasakan kehilangan sampai hatimu bisa kumiliki?)
Dore hodo no itami naraba mou ichido kimi ni aeru 
(Berapa banyak lagi sakit yang ku derita sampai aku bertemu denganmu?)
One more time kisetsu yo utsurowanaide
(Ku mohon sekali lagi, saat itu jangan berakhir)
One more time fuzake atta jikan yo 
(Ku mohon sekali lagi, saat kita tertawa bersama)

Kuichigau toki wa itsumo boku ga saki ni oreta ne 
(Setiap kali berbeda pendapat, aku selalu mengalah)
Wagamama na seikaku ga naosara itoshiku saseta 
(Sikapmu yang egois itu membuatku semakin mencintaimu)
One more chance kioku ni ashi wo torarete 
(Ku mohon kesempatan lagi, kenangan itu menahan langkahku padamu)One more chance tsugi no basho wo erabenai 
(Ku mohon kesempatan lagi,aku tidak menemukan tujuan hidup selain dirimu)

Itsu demo sagashite iru yo dokka ni kimi no sugata wo 
(Aku akan selalu mencarimu,berharap dirimu akan muncul di suatu tempat)
Mukai no hoomu rojiura no mado 
(Di seberang peron, di etalase-etalase pinggir jalan)
Konna toko ni iru hazu mo nai no ni 
(Meski aku tahu kau tidak mungkin ada di tempat seperti itu)
Negai ga moshimo kanau nara ima sugu kimi no moto e 
(Jika permintaanku diwujudkan, aku akan segera di sisimu)
Dekinai koto wa mou nanimo nai 
(Tidak ada sesuatu yang tidak bisa dilakukan)
Subete kakete dakishimete miseru yo 
(Semuanya akan ku korbankan untuk memelukmu erat)

Sabishisa magirasu dake nara 
(Jika aku membutuhkan orang untuk menghilangkan rasa sepiku)
Dare demo ii hazu na no ni 
(Maka siapa saja bisa)
Hoshi ga ochisou na yoru dakara 
(Tapi karena bintang di langit seakan menindihku)
Jibun wo itsuwarenai 
(Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri)
One more time kisetsu yo utsurowanaide 
(Ku mohon sekali lagi, saat-saat itu jangan berakhir)
One more time fuzake atta jikan yo
(Ku mohon sekali lagi, saat kita tertawa bersama)

Itsu demo sagashite iru yo dokka ni kimi no sugata wo

(Aku akan selalu mencarimu,berharap dirimu akan muncul di suatu tempat)
Kousaten demo yume no naka demo 
(Di jalan yang ku lalui maupun di dalam mimpiku)
Konna toko ni iru hazu mo nai no ni 
(Meski aku tahu kau tidak mungkin ada di tempat seperti itu)
Kiseki ga moshimo okoru nara ima sugu kimi ni misetai 
(Jika terjadi suatu keajaiban, akan segera ku tunjukan padamu)
Atarashii asa kore kara no boku 
(Di sebuah pagi yang baru, saat itu aku akan memulainya)
Ienakatta suki to iu kotoba mo  
(Dengan kata-kata "Aku mencintaimu" yang dulu tidak sempat terucap)

Natsu no omoide ga mawaru fui ni kieta kodou
(Kenangan tentang saat-saat itu terkadang muncul, lalu menghilang lagi)

Itsu demo sagashite iru yo dokka ni kimi no sugata wo
(Aku akan selalu mencarimu,berharap dirimu akan muncul di suatu tempat) 
Akegata no machi sakuragichou de

(Di kota saat fajar menjelang, ataupun di balik gunung) 
Konna toko ni kuru hazu mo nai no ni 
(Meskipun aku tahu kau tidak mungkin ada di tempat seperti itu)
Negai ga moshimo kanau nara ima sugu kimi no moto e 
(Jika permintaanku terwujud, aku akan segera berada di sisimu)
Dekinai koto wa mou nanimo nai 
(Tidak ada sesuatu yang tidak bisa dilakukan)
Subete kakete dakishimete miseru yo  
(Semuanya akan ku korbankan untuk memelukmu erat)

Itsu demo sagashite iru yo dokka ni kimi no kakera wo
(Aku akan selalu mencari serpihanmu, berharap kau akan muncul di sana) 
Tabisaki no mise shinbun no sumi 
(Di jejeran toko, di sebuah berita di koran)
Konna toko ni aru hazu mo nai no ni 
(Meski aku tahu kau tidak mungkin ada di tempat seperti itu)
Kiseki ga moshimo okoru nara ima sugu kimi ni misetai 

(Jika terjadi suatu keajaiban, akan segera ku tunjukan padamu)
Atarashii asa kore kara no boku 

(Di sebuah pagi yang baru, saat itu aku akan memulainya)
Ienakatta suki to iu kotoba mo 
(Dengan kata-kata "Aku mencintaimu" yang dulu tidak sempat terucap)

Itsu demo sagashite shimau dokka ni kimi no egao wo 
(Aku akan selalu mencarimu, berharap menemukan senyumanmu disana)
Kyuukou machi no fumikiri atari 
(Di palang pintu kereta saat menunggu kereta lewat)
Konna toko ni iru hazu mo nai no ni 
(Meski aku tahu kau tidak mungkin ada di tempat seperti itu)
Inochi ga kurikaesu naraba nandomo kimi no moto e
(Jika terjadi suatu keajaiban, apapun yang terjadi aku akan di sampingmu)
Hoshii mono nado mou nanimo nai 
(Aku sudah tidak menginginkan apapun lagi)
Kimi no hoka ni taisetsu na mono nado
(Kamulah satu-satunya yang berarti untukku)

Saturday, February 20, 2016

Sinopsis Reply 1994 Episode 1

Oktober 2013, Sangam-Dong , Distrik Seoul
Najeong tampak sedang mencari sesuatu di dalam kardus , dia bergumam "Ah... kemana hilangnya?"
lalu Yoon Jin salah satu sahabatnya berceloteh "Apa kau benar-benar pindah hari ini?, Tak ada debunya sama sekali! Tapi, apa yang kau cari?" tamya Yoon Jin ,
"Jika tidak di sini, berarti hilang." gumam Najeong tanpa mempedulikan pertanyaan Yoon Jin
"Ya ampun, apa ini?" Yoon Jin begitu kaget ketika melihat album foto berisikan atlit2 pria
"Kau masih memiliki ini?" kata Yoon Jin sambil melihat foto - foto tersebut. 
"Hei, hei, jangan sampai air liurmu keluar" kata Najeong sinis,
lalu "akhirnya aku menemukan harta berharga milik keluargaku.!" Kata Najeong, nampaknya dia sudah menemukan barang yang dicarinya, yaitu sebuah video rekaman pernikahannya
lalu seorang remaja laki2 keluar dari kamar nampak akan pergi keluar
"Hei kau mau kemana?" Tanya Najeong
"Aku akan keluar sebentar" jawab remaja tersebut sambil menyapa Yoon Jin."Apa Kabar"
 "Wow, Sook Sook sudah tumbuh besar. Rasanya baru kemarin saat dia mengejutkanku. Apa dia sekolah dengan rajin?" Tanya Yoon Jin
 "Apa menurutmu dia begitu? Katanya sudah besar, tapi dia tak mau dengar...dia juga mulai berkumis dan jenggot... dia jorok" Kata Najeong

lalu najeong hendak memasukan rekaman video jadul tersebut ke sebuah pemutar video
"Wah Sudah lama tak melihat kaset video seperti itu.(Maklum kasetnya masih jadul)
 Apa yang kau lakukan dengan video itu?
Apa mungkin itu video pernikahanmu?" Tanya Yoonjin
 "Ya, Pernikahan Sung Na Jeong!" jawab najeong bangga.
"Ya ampun! Memangnya kau pengantin baru yang masih menonton itu?" Celoteh Yoon Jin
 "Apa maksudmu?
Aku pikir ini hilang . tapi ternyata ada saat kami sedang berkemas.
Aku tak sempat melihatnya karena membuatku merinding dan ingin muntah.
Hari ini pertama kali aku menontonnya" jawa Najeong.
"Harusnya kau menonton saat perayaan rumah baru." kata Yoonjin
"Memangnya kenapa? Ini bagus, aku bisa melihat diriku yang dulu" jawab najeong
"Kau mungkin akan terlihat sangat buruk Kau mengenakan gaun pengantin Park Joo Mi dan memakai mahkota juga" kata Yoon Jin
"jadi nonton gak ya, ini kayaknya bakal jadi traumatis" jawab najeong menjadi ragu apakah akan menonton atau tidak.
lalu terdengar suara telepon, najeong pun mengangkatnya dan berbicara ke penelepon tersebut
"Kenapa kau belum pulang? Kau naik kereta bawah tanah, kan? Baguslah. Jalanan Gangnam Utara akan sangat macet pada jam sibuk. Karena macet dimulai dari Jembatam Hannam, jika kau tidak turun di Itaewon, kau akan terjebak macet. Benar. Lalu pindah ke jalur 6 di stasiun Yaksu. Itu cara yang tercepat.Itu Stasiun DMC. Dan juga, belikan aku kopi. Yoon Jin, kau tidak minum kopi. Kau ingin minum apa?" 
 "Aku jus saja" jawab yoon Jin
 "Satu jus jeruk dan Disana ada yogurt blueberry. Minta mereka singkirkan almondnya dan tambahkan dua sendok espresso. " 
tapi nampaknya penelepon tersebut ngomel2 karena permintaan najeong aneh2
 "Oke, oke.Beli saja sesukamu. Aku mengerti. Maaf. Cepat pulang!" kata najeong sambil menutup telepon.
lalu yoon jin berkata
 "Wow, Sung Na Jung benar-benar jadi orang Seoul sekarang. Kau kenal jalanan Seoul dengan baik dan tahu persis kopi apa yang kau ingin. Kau melakukan dengan baik sebagai gadis Masan" 
"hey aku sudah 19 tahun berada di seoul, bukankah itu membuatku menjadi orang seoul?"kata Najeong 
"iya benar kau memang benar2 menjadi orang seoul" kata Yoon Jin sambil menyalakan remote dvd 
dan terputarlah video rekaman pernikahan Na Jeong. Tiba2 najeong langsung kaget, karena pada awal video langsung terlihat dirinya yang mengenakan pakaian pengantin yang norak dengan mahkota yang aneh.

"Apa... yang kupakai di kepalaku?" kata najeong dengan mulut terbuka lebar, dia nampak sangat shock melihat dirinya dimasa lalu. lalu dalam video tersebut terdengar percakapan antara si perekam video yang ternyata adalah Yoon Jin. divideo tersebut terdengar bahwa Yoonjin mengusili Najeong dgn berkata kau bisa menjadi wanita bebas lagi dengan berlari keluar pintu, tentu saja najeong marah karena bagaimana bisa yoon jin berkata seperti itu kepada wanita yang akan melaksanankan pernikahan"

lalu cerita melayang ke bulan februari di tahun 1994
nampak ayah Najeong, Ayahnya dan Trash oppa sedang menonton acara TV.
tidak lama kemudian najeong dan trash oppa bertengkar karena meributkan hal sepele di tv. "Bisakah kalian diam?" kata ayah najeong.
lalu ibu najeong datang membawa mei dalam ukuran yang sangat fantastis. 
"Sayang... Makanan apa ini? Bukankah kita setuju makan makanan yang sederhana?" kata ayah najeong sambil mangap tidak percaya
 "Ini lebih baik daripada kurang makan, Setelah kita membaginya, ini akan segera habis, Na Jung, ambilkan timun dan telur rebus di dapur." kata ibu najeong
 "Iya" jawab najeong sambil pergi ke dapur.
"kurasa kita akan membuat tali dari mie" kata ayah najeong dongkol
pada saat mereka makan, najeong dan trash oppa bertengkar lagi. lagi. dan lagi. "Najeong meledek trash oppa seperti gelandangan, karena makan nya belepotan"
lalu ayah najeong berkata sambil menunjuk TV "Lihat sang min muncul!" najeong pun berhenti memukuli Trash Oppa dan mulai memandangi idola nya Lee Sang Min di tv yang sedang bermain basket. mata najeong berbinar-binar.
trash oppa kembali usil dengan mngatakan sesuatu yang tidak sreg di hati najeong, mereka pun bertengkar lagi, trash oppa mencubit pipi Na Jeong.
dan najeong pun menjambak rambut Trash Oppa. 
orang tua najeong hanya melongo melihat kelakuan mereka berdua.
lalu datang pemuda bernama haitai, ternyata dia adalah salah satu penghuni kost di rumah najeong. ibu najeong menawarkan mie raksasanya kepada haitai, tapi nampaknya haitai sudah makan jadi dia menolak.
"Haitai, bersihkan kamarmu malam ini, Besok, kau mendapat teman sekamar" kata ibu najeong.
 "benarkah? baik akan aku bersihkan kamarku" kata haitai.
 lalu dia permisi untuk masuk ke kamar sambil tersenyum ke arah najeong. 
"Ah, di rumah kost Shin Chon, penghuni pertamanya satu jurusan dengan putri kita, ini seperti takdir saja." kata ayah najeong 
"Takdir apanya? Ada lagi yang satu jurusan denganku" kata Na Jeong. 

lalu datang seorang gadis misterius dengan wajah tertutup rambut, yang ternyata merupakan penghuni kost lainnya yang juga satu jurusan dengan najeong, dia bernama yoon jin. 
"Hey, Yeosu (kampung halamannya), tidak makan mie...?" kata ayah najeong.
tapi yoon jin tidak menghiraukan dan dia bergegas ke kamar. 
"Apa yang dia lakukan sampai terlambat begini? Dia pasti baru pulang dari Yeonhui-dong lagi." kata ibu najeong 
membicarakan yoon jin 
"apa yeonhui dong?" tanya ayah najeong
 "Seo Tai Ji (selebriti idaman yoon jin") tinggal di yeonhui-dong. Kelihatannya dia menunggu di depan
rumahnya sepanjang hari untuk melihatnya. Kemarin malam, dia pulang membawa yogurt, dia memegangnya seperti obor olimpiade karena itu pemberian ibu Seo Tai Ji. " kata ibu najeong lagi. 
"Ah, benar-benar, ada gadis gila lainnya di rumah ini. Orangtuanya bekerja keras untuk menyekolahkannya ke perguruan tinggi, tapi dia terobsesi dengan selebriti dan mengikutinya ke mana-mana. Aku tak mengerti kenapa dunia seperti ini? " kata ayah najeong sambil menatap putrinya.


"Setidaknya aku memiliki potensi." kata najeong yang merasa tersindir karena dia juga sama2 terobsesi dengan selebriti idamanya Lee Sang Min
 "kamu punya potensi apa?" kata ayahnya 
"Potensi untuk menikahi Sang-Min Oppa. Sebenarnya... Sulit bagi orang biasa untuk berkencan dan menikah dengan penyanyi atau aktor. Tapi dalam kasus Lee Sang Min Oppa, Aku bisa mengunjungi asramanya sesekali, Aku bisa menemuinya dan bicara dengannya. Bahkan, terkadang aku bicara dengannya di telepon.Jika aku berusaha lebih, meskipun tak bisa menikahinya, setidaknya aku bisa mengencaninya." kata najeong dengan wajah berseri-seri. 


"kau tidak tahu?" kata trash oppa menimpali kata2 najeong 
"apa?" kata najeong. 
"Tim basket Yonsei telah dijodohkan hanya dengan gadis-gadis jurusan tari Univ. Ehwa. Pinggang gadis-gadis itu ramping dan bokongnya besar." kata trash oppa. 

"aku juga tidak kalah" kata najeong sambil bergaya sexy. 


karena geram trash oppa pun mencubit pinggang najeong yang membuat najeong kesakitan
"Hei, apa kau gila? Sudah kubilang jangan menyentuhku, kan? Jangan mencubitku. HUWAAAAAAAAAA" najeong berteriak. 
mereka pun bertengkar lagi.


disuatu pertandingan basket

nampak najeong sedang menyemangati idola nya Lee Sang Min yang tengah bermain basket.
"Oppa, Aku disini! Sang Min Oppa! Hei, Choi Hee! (Kepala pelatih Tim Univ. Yonsei terdahulu) Jangan tempatkan oppaku dekat keranjang! Tempatkan Seo Jang Hoon (Pemain terkenal lainnya) saja! nanti San Min Oppa mungkin bisa terluka! Lengannya mungkin bisa patah!" teriak najeong.


lalu dua gadis disebelahnya berkata "Unnie, duduklah! Ini cuma latihan, latihan! Jangan berlebihan! " kata gadis berambut kepang. 
"sangmin oppa tidak suka jika fans nya meneriakinya" kata gadis satu lagi
 "tapi kalau aku tidak seperti ini maka sangmin oppa tidak akan tau klo aku menyukainya" kata najeong sambil kembali berterika-teriak.

Dirumah...

nampak ibu najeong sedang mengangkat telepon, dia sedang berbicara dengan ibu dari penghuni kost yang baru. karena anaknya tersebut baru sekali pergi ke seoul, dia khawatir anaknya akan tersesat, makanya dia meminta ibu najeong untuk mengawasi anaknya. dan dia juga bilang anaknya mirip leslie cheung. 
"wah berarti dia sangat tampan ya?" kata ibu najeong. dia pun menutup teleponnya. dan tiba2 telepon bersering lagi. ternyata itu adalah telepon dari si calon penghuni kost yang baru itu.


"halo?" kata anak tersebut
 "Oh, hei, kau sudah tiba dengan selamat? Ibumu barusan menelpon dari Samcheonpo. Leslie cheung, selamat atas kedatanganmu di Seoul." kata ibu najeong,
 "Apa maksudnya kedatangku di Seoul? Ini sudah kedua kalinya aku ke Seoul." kata anak itu. 
"Kau bisa menemukan jalan kemari sendiri? Kau tahu cara naik kereta bawah tanah?" kata ibu najeong. "Aku naik kereta api kesini. Jadi aku tidak tahu caranya naik kereta bawah tanah. Tolong berikan arah jalannya." kata si calon penghuni kost tersebut.
 lalu ibu najeong menjelaskan rute nya, dan si calon penghuni kost itu mencatatnya dan menutup telepon. dan dia pun memulai perjalanan mencari rumah kost tersebut. dia nampak bingung ...........

ditempat lain, na jeong sedang menunggu para pemain basket tersebut selesai latihan, lalu tibalah para atlit itu keluar

najeong dengan sigap memberikan saputangan nya kepada sangmin oppa, dan ia berhasil memberikannya. kedua temannya iri. dan mereka bilang Na Jeong beruntung bisa memberikan sapu tangan tersebut dan diterima oleh Sang Min oppa.

si atlit tersebut pun langsung mengelap keringatnya menggunakan sapu tangan tersebut.

lalu najeong dan kedua temannya itu berlari menuju basecamp dimana atlit tersebut akan beristirahat.

Di rumah ...


trash oppa sedang meminum susu dari kulkas. setelah meneguknya, ibu najeong memberitahu bahwa susu tersebut sudah basi. trash oppa pun langsung bengong dan dia berkata "pantas tadi seperti ada yang kenyal" , ibu najeong pun bergumam "Itulah kenapa orang menyebutmu Sampah.Kau tidak tahu fashion atau citarasa... Hei! Bukankah kau perlu mencuci baju itu?" kata ibu najeong, "harus ya?' jawab trash oppa, "Saat memakainya, tidakkah kau merasa gatal, tidak nyaman, semacamnya? Tak bisakah kau merasakannya?" kata ibu najeong "Ayolah bu, bagaimana mungkin aku tak tahu? Kau pikir aku agak bodoh?" katanya sembari duduk di atas kentang yang panas "kyaaaaaa" dia pun kepanasan. ibunya najeong tampak kesal, dia pun menyuruh trash oppa menyimpan pakaian najeong ke kamar najeong. 


setelah menyimpan pakaian najeong, dia melihat2 kamar najeong dan bergerutu di depan poster Lee Sang Min, sambil memakan cokelat dari laci Na Jeong.

ibu najeong ditelepon lagi oleh orangtua si penghuni kost yang baru, mereka khawatir anak mereka tersesat diseoul

Di tempat lain


si calon penghuni kost tersebut nampak kebingungan.

Di Asrama Atlit


Najeong akhirnya berhasil lagi menemui Lee Sang Min, lalu dia meminta saputangan yang tadi dia berikan kepada Sang Min untuk dikembalikan kepadanya, karena itu hadiah dari kakeknya. lalu sang min pun mengembalikannya. na jeong bahagia bukan main, dia pun langsung mencium sapu tangan bekas keringat atlit idamannya tersebut.

si penghuni kost baru masih tersesat

dan akhirnya dia naik taxi

Di tempat lain

Na Jeong dan kedua temannya sedang menunggu Sang Min pulang, Na Jeong ingin memotret Sang Min, dan tanpa sengaja mereka bertemu Yoon Jin.


"Unnie, siapa gadis itu? Kau menyapa dia sebelumnya. Aku pikir dia Jung Dae man
karena tirai yang menutup di wajahnya." tanya teman Na Jeong "Dia gadis yang tinggal di rumah kost milikku. Aku rasa dia sedang menunggu Seo Tai Ji. Dia Super fans nya " Jawab Najeong
lalu mobil hitam datang. Na Jeong langsung berlari, Yoon Jin juga.


Yoon Jin dan Na Jeong langsung memotret orang didalam mobil tersebut.


"Mungkin gambarnya tidak akan keluar, karena tadi gelap" kata  temannya
"Flash. Kau tidak tahu apa itu flash? Sekalipun latar belakangnya gelap,wajahnya pasti bisa terlihat. Aku menghabiskan semua roll filmku.Aku sungguh beruntung hari ini." kata najeong
"oh tidak, Yoon Jin tadi kut memotret, sepertinya dia berpikir itu Seo Tai Ji" sambil melirik Yoon Jin , fans nya Seo Tai Ji.
"Dia akan benar2 kecewa, kasihan sekali" tambahnya


"Unnie, mungkinkah itu mobil Seo Tae Ji?" kata temannya
"Seo Tae Ji? Kau tidak tahu kalau penglihatanku tajam? Itu jelas2 mobil pertama Sang Min Oppa . Black Grandeur. " kata najeong sambil menyebutkan merk mobil Lee Sang Min.

Di rumah ...



Najeong berteriak "OPPPAAAAAA" dia marah besar begitu masuk kamarnya karena melihat pakaian dalamnya dibuat berjejer dan separuh lagi di pasangkan di boneka najeong. dia pun langsung masuk ke kamar trash oppa dan mulai bertengkar lagi.


tidak sampai disitu, Na Jeong pun melucuti semua pakaian Trash Oppa, termasuk sempak nya.

Di tempat lain ...


Si penghuni kost baru itu ternyata masih belom bisa menemukan Rumah Kost Shin Chon, akhirnya dia didatangi polisi dan dibawa ke kantor polisi karena tidak mempunyai tanda pengenal yang jelas.



mendegar hal tersebut ayah Najeong pun langsung pergi ke kantor polisi, setel;ah bertanya kepada petugas akhirnya dia bertemu dengan si Calon Penghuni Kost itu, tetapi ayah Na Jeong kaget bukan main, karena mukanya sama sekali tidak mirip dengan Leslie Cheung yang seperti ibu Na Jeong bilang.


wtf?

dan akhirnya si calon penghuni kost tersebut di bawa ke rumah dan disambut oleh ibu najeong dan najeong, tapi seperti ayah najeong, mereka berdua juga kaget karena muka si calon penghuni kost tersebut sangat tidak mirip Leslie Cheung.



ibu najeong pun menyuruh dia istirahat. lalu dia pun pergi kekamar.



saat hendak tidur dia kaget karena muncul seseorang dari dalam selimut, dia pun memasang aba2 untuk menghajar. dan ternyata dia adalah haitai. Haitai tidak kaget karena dia tau dia akan dapat teman sekamar. setelah mengerti si penghuni kost tersebut itu pun melanjutkan tidur.



di ruang tamu ...



Najeong sedang meminta ayahnya untuk menggaruk rambutnya sampai ia tertidur.

Pagi hari ...



"Makan yang banyak ya.." Kata ibu Najeong yang telah menyiapkan makanan yang ukurannya rata2 sangat buanyak
"Ibu, apa Na Jung pergi ke suatu tempat?" tanya Trash Oppa "iya" jawab ibu najeong
tidak lama kemudian haitai ikut bergabung dan makan bersama
"Wow sarapan besar lagi pagi ini!" kata Hai Tai
"Soon Chang (Nama kota)?" Trash oppa mencoba menyebut kampung asal haitai
"Hyungnim, itu Soon Cheon. Soon Cheon, aku sudah mengatakannya 70 kali" kata Haitai yang kesal karena trash selalu lupa nama kotanya.
"Hei, Leslie Cheung, bagaimana malam pertama di Seoul?" Tanya Ayah Nejeong ke si penghuni kos baru alias Samchonpo (Nama panggilannya, karena dia dari samchonpo).
"Ya. Maaf membuat kalian semua khawatir" kata samchonpo
"Kudengar kau jurusan teknik komputer juga? Itu berarti kau, Na Jung dan Yoon Jin
satu jurusan." kata Ibu Najeong
"Oh, Jung Dae Man ini satu jurusan juga? aku tidak tahu" kata haitai sambil melirik Yoon Jin


"Yoon Jin, sibak sedikit rambutmu biar orang bisa melihat wajahmu, Mereka temanmu satu jurusan.
Bukankah kalian harus saling kenal?" kata Ibu Najeong
tapi Yoon Jin sepertinya merasa tersindir, dia pun pergi ke kamarnya
"Hey apakau akan bermain basket lagi?" Tanya HaiTai ke Yoon Jin, dan tentu saja Yoon Jin mengabaikan pertanyaannya.
"Dia sangat misterius, kalian harus menjaganya" kata ibu Najeong
"Samcheonpo, mau nambah supnya?" tanya ibu najeong
"Tidak, terima kasih. Aku sudah selesai makan" kata samchonpo
lalu tiba2 najeong datang


"Ada gambar oppaku, Lee Sang Min, akan ku tunjukan pada kalian semua! Aku bahkan menggunakan flash
untuk memotretnya dalam mobil, dan lihatlah ini tadaaaaaaaaaaa!!!" 


Tetottt.... Tiba2 semua terdiam, karena ternyata yang semalam di foto Na Jeong bukan Lee Sang Min, melainkan Presiden Chun Doo Hwan. 

Najeong pun kecewa. Huuuuuu


lalu Yoon Jin yang semalam ikut memotret langsung mendekati foto tersebut dan dia ikut2an emosi dan ngomel2 tidak jelas.


orang tua najeong , haitai , dan trash oppa bengong melihat gadis misterius pendiam tersebut tiba2 ngomel2 seperti itu.
Aigooooooooo....................................

-EPISODE 1 TAMAT-