Tuesday, October 20, 2015

[FANFIC] MIMPI BURUK KINAL


Cast : Devi Kinal Putri, Rezky Wiranti Dhike, Jessica Vania, 
Sendy Ariani, Rica Leyona, Della Delila, Haruka Nakagawa
Rona Anggreani, Shania Junianatha
Genre : Horror, Comedy


MIMPI BURUK KINAL

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” kinal menjerit dan terbangun dari tidur siangnya , keringat panas bercucuran dari keningnya, rupanya dia telah mimpi buruk, dia bermimpi dia akan dibunuh oleh teman nya sendiri yang bernama Dhike. Lalu setelah beberapa menit dia pergi ke dapur untuk mengambil air putih, tetapi tiba2 langkahnya membeku, dia melihat dhike di dapur sedang mencabik-cabik perut ayam, spontan kinal pun menjerit “KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”, tentu saja dhike kaget bkn kepalang, dia pun menghampiri kinal dgn tangan berlumuran darah , “Nal, kenapa kamu teh? Aneh pisan sehabis bangun tidur teh” Tanya Dhike dengan logat khas sundanya, “ Abisnya kamu teh ngapain pegang2 pisau segala atuh” jawab kinal dengan nada gugup, 2 mojang bandung ini pun saling beradu mulut “lah, aku teh kan lagi mau masak opor ayam, ai kamu teh riweuh pisan” jawab dhike. “udah deh udah, maafin aku atuh key, aku teh mimpi buruk barusan” jawab kinal lemas… “mimpi apa euy? Mimpi dibunuh aku bukan?” Tanya dhike , tentu saja kinal langsung shock dan mukanya membiru karena heran tebakan dike ngena bgt “eng…enggak lah key, gila kamu teh, itu aku teh mimpi dikentutin gajah, makanya aku teh takut” jawab kinal berdusta, “oh… yaudah atuh aku teh mau lanjut masak” jawab dhike sambil bergumam dalam hati “naon hubungan na atuh dikentutin gajah sama takut sama aku tadi, tp yasudahlah” dhike pun melanjutkan mencabik-cabik perut ayam untuk membuat opor.
Kinal lalu pergi ke ruang tamu, ingin nonton tv untuk menghilangkan bayangan mimpi buruk tadi, ternyata di sofa sudah ada jeje, duduk tegak dengan muka pucat dan menonton tayangan berjudul “misteri pembunuhan sundel bolong” muka kinal kembali pucat “Je, pindahin atuh acaranya, stardut atau apa kek yg bisa bikin manggut2” kata kinal sambil duduk disamping jeje, lalu jeje pun berbalik menatap kinal dgn tatapan yg nanar, wajahnya pucat, dan meneteskan air mata, lalu jeje berkata “Nal, dhike nal dhike……” kata jeje sambil seguk2an menahan tangis, “ kenapa lu je? Lu diapain sama dhike?” tanya kinal dengan bulu kuduk merinding dan mata melotot karena suasana makin tegang, blom lg ditambah suara dan music menyeramkan yg keluar dari tayangan “misteri pembunuhan sundel bolong”, “dia jahat banget, gue gak tau harus berbuat apa, dia jahat banget pokonya, sakit gue nal.. sakitt” rintih jeje dipelukan kinal , kinal pun makin pucat “di…dia apain lu je??” Tanya kinal dgn muka yg tidak kalah pucat , lalu jeje pun menjawab “ dia makan pop mie gue tanpa sepengetahuan gue, itu pop mie gue satu2nya, jahat banget kan dia” kinal yg mendengar itu langsung esmosi dan melepaskan jeje dari pelukannya, dia pun menampar pipi kanan dan pipi kiri jeje sambil berlalu meninggalkan jeje sendirian dgn acara favoritnya. Kinal pun berlari ke kamar mandi dan menangis dibawah shower, ia merasa kesal karena merasa dipermainkan oleh jeje.

Setelah selesai mandi dan memakai pakaian Kinal pun pergi ke ruang makan untuk makan sore bersama member lain yg 1 kontrakan, yaitu dhike,jeje,rica,sendy,della dan haruka. Dan dimeja makan ia melihat opor ayam dgn kuah berwarna merah, “a…apa.. kok kuah opornya berwarna merah..? “ Tanya kinal gugup “kata kak dhike itu kuahnya pake darah ayam, soalnya mubazir klo dibuang” jawab della sambil terlihat ngiler karena tidak sabar ingin menyantap opor tersebut , “sekuntum mawar merah~~~~” sendy langsung bernyanti karena warna merah pd opor tersebut mengingatkan dia pada lagu dangdut favorit dia, “APAAAAAAAAAAAAAA? Kalian gilaa atu apa sih? Masa makan darah? Dhike apa sih yg ada diotak lu tehh? Gelo sugan” kinal meluapkan emosinya kepada dhike sang pembuat opor misterius. “Nal, atuh tenang wehh, darahnya udah aku kasih antibiotic, jadi ga bakal berbahaya, udah gitu aku ksh sasa lg, jadi gurih nan nikmat” jawab dhike santai . kinal membeku dan tatapan nya semakin pucat , haruka yg tidak sabar ingin menyantap nya langsung melahap opor itu menggunakan gayung, karena biar terasa kaatanya, lalu “ wahhhhhhhhhh oishiiiiiii, aku suka aku suka, asin nya pas sekali, dan aku suka bau amis” kata haruka girang, sendy rica dan della pun ikut melahapnya, della sampe nambah 10 mangkok, rica yg suka kopi langsung menambahkan kopi ke opor itu “nah begini… baru terasa nikmatnya” kata rica sambil menseruput mangkok opor darah campur kopi , sendy ga mau kalah, dia malah menuangkan opor itu keseluruh tubuhnya dan bernyanyi “ basah basah seluruh tubuh~~~ ah ah ah mandi darahhh~~ “ kinal yg menyaksikan pemandangan itu langsung ternganga, dia pun menangis, kecewa, arjunanya pergi *eh maksudnya dia kecewa karena teman2nya sangat berprilaku aneh hari ini, dia pun berlari keluar rumah dan tanpa sengaja dia bertemu tukang jamu langganannya yg bernama ayen. “odo opo to mbak ha he hos gitu, kayak dikejar pembunuh?!” Tanya ayen yg memperburuk suasana hati kinal “ udah kamu teh jgn Tanya yg aneh2 coba, temen2 aku teh pada gila semua, masa mereka teh pada makan darah” jawab kinal “owalaa, zaman skrg tu mbak, darah tuh uenakkk tenan buat dijadiin lauk, nih jamu aku aja skrg bahannya darah semua, darah aku lg” kata ayen yg membuat kinal tersadar bahwa ternyata tangan kiri ayen hanya tgl tulang saja dgn sedikit daging , sepertinya bekas gigitan untuk menghasilkan darah. “KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” kinal pun berlari menjauhi ayen dan tanpa iya sadari didepannya ada Shania yg sedang membawa truk angkutan pasir melaju ke arah kinal dan “kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”

Kinal pun membuka matanya, dan ia tersadar, itu hanya mimpi, ternyata ia mengalami double dream ( mimpi di dalam mimpi ) iya pun beranjak keluar kamar untuk memastikan apa itu benar2 mimpi, ternyata diruang tamu ada member lain sedang berlatih dance untuk single terbaru. Ahhhhh ternyata beneran Cuma mimpi, ia pun memeluk semua teman2nya, mereka kebingungan melihat sikap kinal dan mereka tertawa-tawa.


TAMAT

No comments:

Post a Comment